Solusi

Tips dan Solusi Agar Mukena Satin Tetap Cantik

Mukena yang biasanya kita kenakan dalam beribadah, pastinya dari bermacam-macam jenis bahan. Mukena satin biasanya termasuk jenis mukena yang banyak digemari oleh wanita muslimah. Tentunya mukena satin yang kita pakai untuk beribadah haruslah bersih, wangi dan terawat. Mukena satin biasanya terlihat simple dan terlihat cantik bagi wanita yang mengenakannya. Mukena ini juga memiliki harga yang relatif murah atau tidak semahal sutera.

Dalam beribadah tentunya kita menginginkan kenyamanan dari mukena yang kita kenakan. Supaya mukena yang kita kenakan nyaman, tentunya harus mendapat perawatan untuk menjaga kebersihan, supaya tidak kotor, kusut dan bahkan berjamur yang akan membuat mukena tidak terlihat cantik saat dikenakan.

Tips Merawat Mukena Berbahan Satin Agar Wangi dan Bersih

Mukena Satin merupakan mukena favorit yang dikenakan setiap wanita dalam beribadah setiap harinya. Biasanya wanita cenderung menyukai mukena dengan warna netral yaitu putih. Tetapi mukena putih yang dikenakan setiap hari tentunya lebih terlihat cepat kotor dan kusut, bahkan bisa sampai berjamur.

Maka perlu perawatan yang lebih untuk mukena berwarna putih. Tetapi Anda harus memperhatikan cara-cara perawatan mukena satin yang berwarna putih pada khususnya. Karena, jika Anda salah dalam perawatan bisa membuat mukena Anda tidak menjadi lebih rapi tetapi justru membuat mukena menjadi lebih kusut bahkan kusam. Untuk itu, perlu beberapa tips merawat agar mukena yang Anda kenakan dapat terlihat lebih cantik.

Berikut Cara Merawat Mukena Satin Dengan Baik

  • Gunakan Mukena Dalam Keadaan Tubuh Kering

Penggunaan mukena pada saat beribadah tentunya setelah Anda mengambil air wudu terlebih dahulu yang mengakibatkan bagian tubuh Anda basah termasuk rambut menjadi agak sedikit basah, apalagi jika Anda menggunakannya setelah mandi dan berkeramas. Mukena yang terkena basah akan menjadi lembab dan berakibat mukena menjadi berjamur, apalagi mukena bagian kepala atas dalam.

Mukena tersebut akan menyerap basah dan menjadi lembab, karena penggunaan dalam keadaan rambut yang masih basah. Biasanya mukena yang digunakan dalam keadaan lembab itu langsung dilipat saja yang akan menambah kelembaban mukena. Akibatnya mukena akan cepat berjamur. Sebaiknya Anda perlu mengeringkan terlebih dahulu rambut dan bagian tubuh yang basah sebelum mengenakan mukena.

  • Rajin Untuk Mencuci Mukena Secara Rutin

Untuk pemakaian mukena satin yang dipakai setiap harinya dalam beribadah, Anda harus rajin mencuci dalam waktu kurang lebih 1 – 2 minggu sekali supaya tidak kotor, bau, dan kusut yang membuat mukena Anda tidak terlihat lebih cantik. Apalagi jika mukena satin yang Anda gunakan berwarna putih maka biasanya akan lebih cepat terlihat kotor.

Akan tetapi untuk mukena yang penggunaannya untuk beribadah dalam acara-acara tertentu seperti lebaran, Anda tidak perlu mencuci mukena dengan intensitas yang cepat. Anda bisa mencucinya setelah pemakaian atau paling tidak sebulan sekali supaya terhindar dari jamur dan bakteri, kemudian simpanlah dengan melipat atau menggantungkan di tempat yang kering dan aman dari sinar matahari langsung.

  • Tidak Menunda Mencuci Mukena Dalam Keadaan Basah

Tips mencuci mukena secara rutin sudah pastinya dilaksanakan dengan baik, tetapi Anda perlu memperhatikan cara pencuciannya. Seperti misalnya, untuk pencucian mukena tersebut haruslah tidak menunda mencucinya dalam keadaan sudah basah. Dikarenakan mukena dalam kondisi basah yang tertunda dalam pencuciannya akan menjadi lembab yang tentunya membuat bakteri dan jamur akan lebih cepat berkembang. Dan membuat mukena menjadi berjamur, bahkan mengakibatkan bau yang tidak sedap. Maka jika Anda ingin mencuci mukena, sebaiknya cucilah dengan cara yang efektif. Rendamlah dahulu untuk menghilangkan noda yang bersarang di mukena Anda, kemudian segeralah mencuci mukena tersebut menggunakan deterjen yang baik, setelah itu segeralah Anda mengeringkannya dengan menggunakan mesin cuci atau langsung dijemur.

  • Gantung Mukena Dengan Hanger

Mukena yang Anda kenakan sebaiknya setelah pemakaian Anda dapat menyimpannya dengan cara di gantung menggunakan hanger. Hal ini disebabkan mukena satin yang Anda kenakan tidak mudah kusut dibanding jika Anda menyimpannya dengan cara melipatnya. Dengan menggantungkannya menggunakan hanger, maka mukena Anda akan lebih mendapatkan udara sehingga tidak menyebabkan lembab dan tentunya berakibat mukena akan berjamur.

Mukena yang dilipat  akan lebih beresiko lembab dan berjamur, apalagi untuk mukena yang dilipat dan bercampur atau bertumpuk dengan bahan lainnya seperti pakaian atau sprei. Jika Anda menumpuknya bersamaan dengan bahan lainnya, maka mukena akan  membuat bakteri yang terdapat dari pakaian atau bahan lainnya akan lebih mudah berpindah dan bersarang di mukena Anda.

  • Setrika dan Gunakan Pelicin Pakaian

Mukena Satin jika ingin terlihat rapi dan tidak kusut, Anda bisa menyetrika secara berkala. Metode setrika untuk mukena khusus berbahan satin dengan menggunakan setrika dengan setelan panas yang rendah. Selain itu ketika menyetrika gunakan pelapis permukaan di mukena yang akan Anda setrika menggunakan pelapis kain yang tipis supaya menghindari kerusakan langsung akibat panas dari setrika.

Untuk mukena yang mudah kusut seperti ini, dalam penyetrikaan, Anda bisa menggunakan pelicin pakaian supaya halus dan tidak mudah kusut lagi, untuk mukena supaya terlihat lebih cantik. Sebagai referensi mukena yang cantik sendiri, Anda dapat membuka di situs http://grosirmukena.co.id yang menyediakan berbagai mukena dengan beragam model terbaru dengan harga terjangkau.